Musim Semi di Benua Biru (Part 1)

Benua Biru atau Eropa merupakan salah satu destinasi incaran para traveler. Benua yang terdiri lebih dari 50 negara ini mungkin ada dalam wishlist hampir semua traveler terutama mereka yang berasal dari luar benua tersebut, termasuk saya. Keindahan alam, budaya, arsitektur, tata kota yang modern dan teratur merupakan salah satu daya tarik untuk mengunjungi benua ini. Menurut data PBB, secara geografis Eropa dibagi menjadi 4 wilayah yaitu Barat (Austria, Perancis, Jerman, Belanda, Swiss, dll), Timur (Polandia, Rumania, Ukraina, Rusia, dll), Utara (Inggris, Denmark, Islandia, Finlandia, dll) dan Selatan (Yunani, Italia, Portugal, Spanyol, dll). Negara-negara di Eropa Barat dan Utara sepertinya merupakan tujuan utama para traveler Indonesia, terutama bagi mereka yang baru pertama kali kesana. Hal ini mungkin terjadi karena di negara-negara tersebut terdapat icon-icon terkenal seperti menara Eiffel di Perancis, Colosseum dan menara Pisa di Italia atau Big Ben dan Buckingham Palace di Inggris.

Sebagian besar negara di Benua Eropa masuk kedalam wilayah subtropis sehingga mempunyai 4 musim, yaitu semi, panas, gugur dan dingin. Musim semi dimulai sekitar bulan Maret – Mei, musim panas sekitar Juni – Agustus, musim gugur sekitar September – November dan musim dingin sekitar Desember – Februari. Setiap musim menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler yang datang.

Kali ini saya akan sedikit bercerita dan berbagi pengalaman kunjungan saya ke beberapa negara Eropa pada tahun 2017. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa Eropa merupakan salah satu wishlist saya sejak lama. Singkat cerita setelah tabungan cukup akhirnya saya pergi ke beberapa negara Eropa pada bulan April 2017. Tujuan utama saya adalah untuk menikmati musim semi dan berkunjung ke beberapa icon terkenal di beberapa negara. Setelah diskusi yang cukup alot dengan partner traveling saya, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke 7 kota di 5 negara yaitu Amsterdam (Belanda), Bruges (Belgia), Paris (Perancis), Interlaken (Swiss), Florence dan Roma (Italia). Untuk perjalanan yang hanya 12 hari (termasuk PP dari/ke Jakarta) itinerary tersebut memang terlihat sangat ambisius, apalagi kami tidak menggunakan jasa biro perjalanan. Pada saat itu kami hanya berpikir belum tentu bisa kesana lagi jadi sekalian saja berkunjung ke banyak tempat. Hehe

Amsterdam

Tujuan pertama kami adalah Amsterdam, Belanda. Tujuan utamanya adalah city tour di Amsterdam dan berkunjung ke Keukenhof yang merupakan salah satu taman bunga terbesar di dunia. Awalnya kami ingin mengunjungi beberapa tempat di luar Amsterdam, seperti Volendam, Giethoorn, dan Kinderdijk, tetapi karena keterbatasan waktu akhirnya hanya Amsterdam dan Keukenhof yang bisa kami kunjungi.

IMG_3138

IMG_3133
Suasana sekitar apartemen tempat kami menginap

Belanda terkenal dengan keindahan kanalnya, sehingga hal wajib ketika berkunjung kesana adalah menyusuri kanal dengan perahu atau berjalan kaki. Di Amsterdam sendiri banyak sekali kanal yang bisa dikunjungi. Selain itu kita bisa berkunjung ke beberapa museum terkenal seperti Rijksmuseum, Van Gogh Museum dll, atau sekedar bersantai di taman Vondelpark. Amsterdam sendiri tidak begitu besar tetapi mempunyai sistem transportasi yang sangat bagus sehingga memudahkan para traveler untuk berkeliling kota. Pilihan transportasinya terdiri dari bus, trem, metro atau kereta. Sama seperti di negara maju lainnya, untuk menggunakan transportasi umum kita harus menggunakan smart card yang disebut OV Chipkaart.

IMG_3153

DSCF7180
Salah satu kanal yang bisa dijumpai di Amsterdam

DSCF7115

IMG_3195
Menikmati keindahan taman Vondelpark

IMG_3151

IMG_3206
Salah satu spot wajib untuk foto

Tempat kedua yang kami kujungi adalah Keukenhof yang terletak di kota Lisse. Dari Amsterdam kami menggunakan bus yang langsung mengantarkan para turis ke Keukenhof. Waktu terbaik untuk mengunjungi Keukenhof adalah pada musim semi sekitar bulan April sampai awal Mei karena pada saat tersebut seluruh bunga yang ada disana sedang mekar. Maka jangan heran jika tempat tersebut disesaki para turis dari berbagai negara. Selama disana kita bisa menikmati keindahan jutaan bunga yang ditata sangat apik dan dikelompokan berdasarkan jenis dan warna bunga. Bunga yang paling menarik tentu saja tulip yang menjadi ciri khas Belanda.

IMG_3258
Bunga tulip

Bruges

Kota kedua yang kami kunjungi adalah Bruges di Belgia. Kami menggunakan kereta Thalys dari Amsterdam ke Antwerpen kemudian dilanjutkan menggunakan Belgian Rail menuju ke Bruges. Hampir sama seperti Amsterdam, kota tua Bruges dikelilingi oleh kanal-kanal yang bisa dinikmati para turis menggunakan perahu. Karena terletak di bagian utara Eropa, terkadang Bruges dijuluki Venice of The North atau Venice dari Utara. Tujuan kami kesini adalah untuk menikmati keindahan kota tua Bruges yang dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Cara terbaik untuk menikmati keindahan kota ini adalah dengan bersepeda atau berjalan kaki. Karena ini merupakan kawasan kota tua maka tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu lalang sehingga sangat nyaman untuk berjalan kaki atau bersepeda.

IMG_3311
Perjalanan meunju Bruges

Selama disana kami berkeliling kota dengan berjalan kaki menikmati keindahan bangunan-bangunan khas eropa yang meskipun sudah tua tapi masih terawat dan terlihat kokoh, berjalan dipinggir kanal, dan mengunjungi beberapa gereja salah satunya adalah The Church of Our Lady yang menyimpan salah satu karya Michelangelo, patung Madona and Child. Selain tempat-tempat tersebut, hal yang tidak boleh dilupakan selama berada di Bruges adalah menikmati coklat panas khas Belgia di cafe-cafe yang banyak terdapat disana. Selain itu kita bisa membeli oleh-oleh coklat khas Belgia dengan berbagai macam rasa dan bentuk dengan harga yang cukup murah di bandingkan kota lain di Eropa. Bagi para penggemar fotografi atau arsitektur, banyak sekali spot menarik yang bisa dijadikan objek foto.

IMG_3678
Salah satu tempat untuk bersantai sambil menikmati Bruges

Paris

Kota ke-3 yang kami kunjungi adalah Paris. Sama seperti sebelumnya, untuk menuju ke ibukota Perancis ini kami menggunakan kereta. Tujuan kami kesini tentu saja untuk melihat objek wisata yang menjadi icon kota Paris, seperti menara Eiffel, Arc de Triomphe, katedral Notre Dame dan museum Louvre. Untuk menikmati kota Paris dan objek wisata tersebut kami memilih menggunakan bus hop on hop off karena lebih praktis dan lebih murah dibandingkan menggunakan taxi. Selain tempat tersebut kami juga berkunjung ke Place de la Concorde, jembatan Pont des Arts atau jembatan gembok cinta dan sungai Seine. Bagi yang ingin belanja wajib berkunjung ke Champ Elysee atau Galeries Lafayette. Sedangkan jika ingin mencoba menjadi seorang Parisian, maka cara terbaik adalah dengan makan atau sekedar minum teh/kopi di cafe atau restauran yang banyak dijumpai di Paris.

IMG_3929
Paris Je T’aime
IMG_3825
Wonderful Indonesia

Dibalik keindahan kotanya ternyata Paris menyimpan cerita kelam. Tidak seperti Amsterdam atau Bruges yang serba teratur dan aman, transportasi umum disana tidak terlalu bagus (setidaknya itu yang kami rasakan) dan kriminalitasnya sangat tinggi. Di beberapa tempat banyak sekali dijumpai para imigran atau gelandangan dengan perangai yang mencurigakan. Jadi sebaiknya hindari berjalan di tempat sepi. Kami sendiri mengalami hal yang tidak mengenakan karena salah satu koper teman saya dicuri pada saat akan masuk ke stasiun metro. Selain itu saya sempat dipaksa memberikan “sumbangan” oleh beberapa perempuan di sekitar Arc de Triomphe.

Note : seluruh foto merupakan koleksi pribadi

Author: travellingwithpanda

Anak kampung yang kebetulan suka jalan sama foto-foto, bukan karena banyak duit tapi karena sering stress 😬

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s