Pengalaman Pengajuan Visa Inggris

Beli gak,,,beli gak,,, kira-kira itulah yang ada dalam pikiran saya pada saat berhasil menemukan tiket pesawat PP Jakarta-London yang lumayan murah. Yang menjadi pertimbangan utama pada saat itu, selain harga dan ijin cuti tentu saja, adalah kira-kira visanya di-approve gak ya? karena saya pernah mendengar bahwa pengajuan visa ke Inggris lumayan susah. Pada saat itu saya memutuskan untuk tidak langsung membeli karena masih khawatir tidak bisa mendapatkan visa. Tetapi apalah daya bayangan kota London terus menghantui pikiran saya (lebay dikit boleh lah ya..) dan pada akhirnya setelah beberapa hari galau dan setelah mengucapkan Bismillah tiket Jakarta-London saya beli. Hehe

Kekhawatiran tidak bisa mendapatkan visa ternyata masih menghantui saya (meskipun tidak sebesar kekhawatiran ditolak si dia atau calon mertua.meh) selama beberapa bulan setelahnya. Just info bahwa tiket tersebut dibeli 7 bulan sebelum keberangkatan, sedangkan pengajuan visa baru sekitar 2 bulan sebelum keberangkatan.  Bisa dibayangkan selama 5 bulan saya harus rela menunggu ketidakpastian. Ternyata benar “digantung” itu gak enak. Haha. Sebelum mengajukan permohonan saya sempat browsing mengenai dokumen apa saja yang harus disiapkan dan pengalaman orang lain yang telah mengajukan visa sebelumnya. Setelah menyiapkan seluruh dokumen akhirnya hari yang ditunggu itu datang juga. So, prosesnya bagaimana? dokumen apa saja yang harus disiapkan? susah gak sih? semua pertanyaan itu akan saya jawab setelah jeda pariwara berikut ini (plis jangan ganti website).

Prosesnya Gimana Sih?

Well, yang pertama harus kita lakukan adalah mengajukan permohonan visa secara online melalui situs Visa4UK. Sebelum mengajukan permohonan kita diwajibkan untuk memiliki account dengan cara mendaftar pada situs tersebut. Setelah mendaftar kita harus mengisi form yang berisi pertanyaan terkait data pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat, pekerjaan dll. Buat yang jomblo tenang aja karena gak ditanyain status hubungan. Selain itu, kita akan ditanya tujuan pergi ke Inggris (liburan, bekerja, belajar, tugas diplomatik atau mencari pasangan hidup?), pertanyaan ini terkait dengan jenis visa yang akan kita ajukan. Kalau hanya untuk sekedar liburan atau mengunjungi keluarga jenis visa yang diajukan adalah Visit or Transit Visa.

Selain pertanyaan tadi, kita juga akan ditanya mengenai rencana perjalanan mulai dari menuju dan selama disana sampai kepulangan kembali ke Indonesia atau keluar dari Inggris. Dikarenakan pertanyaannya cukup detail maka saya sarankan untuk membuat itinerary perjalanan terlebih dahulu untuk memudahkan pada saat pengisian form. Kalaupun belum menentukan akan kemana saja selama disana, buatlah itinerary sementara untuk pengajuan visa. Itinerary sementara ini tidak perlu dibuat terlalu detail tetapi minimal memberikan informasi mengenai: jadwal penerbangan termasuk kode booking, kota mana saja yang akan dikunjungi, akomodasi (termasuk kode booking hotel) dan transportasi selama disana. Jika belum menentukan tempat menginap biasanya saya melakukan fake-booking melalui situs Booking.com. Kenapa fake-booking? karena ini hanya untuk keperluan pengajuan visa saja dan belum tentu kita akan menginap disana alias di-cancel. Agar tidak dikenakan biaya pembatalan pilihlah hotel yang memberikan fasilitas free-cancelation, biasanya sampai H-7. Jadi, untuk itinerary sementara ini bisa saja kita pilih menginap di hotel bintang 5 padahal kenyataanya di hostel. Hehe. Setelah visa di-approve barulah kita membuat itinerary yang sebenarnya.

IMG_0961 2
Contoh Itinerary

Selain itu, form tersebut berisi pertanyaan dengan siapa kita pergi, riwayat perjalanan (banyak-banyakin aja daftar negara yang pernah dikunjungi), berapa budget yang dianggarkan, kondisi keuangan (jumlah tabungan) sampai aset yang dimiliki. Memang jika dibandingkan dengan visa Schengen, pertanyaan yang diajukan sedikit lebih detail. Setelah seluruh form diisi selanjutnya adalah menentukan jadwal penyerahan berkas dan pembayaran yang dilakukan melalui transfer dengan biaya sekitar $128 untuk visa standar. Untuk detail biaya bisa lihat disini. Setelah dilakukan pembayaran maka form pengajuan dan form ceklis bisa di-download dan di-print, yang kemudian dibawa bersama dengan dokumen pendukung pada saat penyerahan dokumen atau interview. Untuk wilayah Indonesia sendiri penyerahan dokumen bisa dilakukan di 3 kota: Jakarta, Surabaya dan Denpasar. Khusus untuk Jakarta dilakukan di VFS yang ada di Kuningan City, Jakarta Selatan.

Screen Shot 2018-03-17 at 7.24.52 PM

Dokumen Apa Saja yang Harus Dibawa?

Setelah seluruh dokumen disiapkan maka hal selanjutnya adalah menyerahkan dokumen tersebut ke VFS sesuai dengan jadwal yang telah kita tentukan sebelumnya. Ingat, penyerahan dokumen harus sesuai dengan tanggal dan jam yang telah kita tentukan karena jika tidak maka akan ditolak atau tidak ada diproses. Adapun dokumen yang harus dibawa adalah :

  1. Form pendaftaran dan ceklis yang sebelumnya sudah diprint
  2. Paspor yang masih aktif dan paspor lama
  3. Surat keterangan dari tempat kerja (bahasa Inggris)
  4. Surat referensi dari bank (bahasa Inggris) beserta dengan copy buku tabungan atau rekening koran 3 bulan terakhir. Mengenai jumlah tabungan, entah saya skip atau memang tidak ada, saya tidak menemukan persyaratan tersebut dalam website. Tetapi saran saya jumlah tabungan yang kita miliki kira-kira bisa mencukupi untuk biaya perjalanan kita selama disana termasuk dengan tiket pesawat, syukur-syukur bisa lebih.
  5. KTP, KK dan Akta Kelahiran (copy dan asli) yang telah ditranslate kedalam bahasa Inggris oleh translator tersumpah yang menjadi rekanan kedutaan Inggris. Listnya bisa dilihat disini. Adapun biayanya sekitar 150 ribu per lembar.
  6. Copy dokumen aset seperti akta tanah (jika ada)
  7. Copy asuransi perjalanan. Pengalaman saya biayanya sekitar 500 ribu per orang untuk jangka waktu 10 – 15 hari perjalanan.
  8. Itinerary disertai copy tiket pesawat dan booking-an hotel

Untuk pengajuan melalui VFS, seluruh dokumen tadi akan diperiksa terlebih dahulu oleh security, terutama jadwal penyerahan dokumen, sebelum kita diijinkan masuk. Setelah itu kita akan diberikan nomor antrian. Agar tidak terlalu lama antri saya sarankan agar jadwal penyerahannya pagi. Setelah nomor antrian kita dipanggil maka seluruh dokumen tadi diberikan kepada petugas untuk dicek kebenaran dan kelengkapannya. Biasanya sambil dicek mereka juga menanyakan beberapa hal terkait perjalanan kita seperti tujuannya apa, mau kemana saja selama disana dll. Proses ini tidak terlalu lama hanya sekitar 5-15 menit tergantung kelengkapan dokumen. Saya sarankan seluruh dokumen disusun rapi agar memudahkan pemeriksaan. Setelah selesai kita akan diberikan tanda terima dan tanda terima tersebut harus dibawa pada saat pengambilan paspor. Bagi yang tidak bisa mengambil secara langsung, kita bisa memilih opsi untuk dikirimkan ke alamat kita pada saat pengisian form online. Setelah penyerahan dokumen, selanjutnya adalah perekaman informasi biometrik yang terdiri dari sidik jari dan foto. So, kita tidak perlu membawa pas foto. Setelah itu dilakukan maka selesailah proses pengajuan visa, kita tinggal berdoa kepada Tuhan YME agar visa kita disetujui. Proses verifikasinya sampai dengan pemberian keputusan sekitar 15 hari kerja, tetapi pada umumnya bisa selesai sekitar 10 hari. Pengajuan saya sendiri bisa selesai sekitar 10 hari dan Alhamdulillah visa saya disetujui. Kita akan diinfokan melalui e-mail atau SMS apabila proses verifikasi telah selesai dan paspor bisa diambil kembali. Untuk detail lamanya proses pengajuan bisa dilihat disini.

Screen Shot 2018-03-17 at 7.24.29 PM

So, secara garis besar proses sebagai berikut:

  1. Membuat account di Visa4UK
  2. Mengisi form permohonan dan menyiapkan dokumen penunjang
  3. Menentukan jadwal penyerahan dokumen
  4. Melakukan pembayaran
  5. Form di-download dan di-print
  6. Menyerahkan dokumen dan interview sesuai jadwal
  7. Menunggu hasil verifikasi
  8. Mengambil kembali paspor/hasil

Susah Gak Sih?

Jujur, menurut saya prosesnya tidak sesulit yang saya bayangkan. Selama seluruh dokumen telah dipersiapkan maka prosesnya akan relatif mudah dan cepat. Tetapi memang jika dibandingkan dengan visa Schengen biaya yang dikeluarkan lebih mahal. Hehe. Mengenai disetujui atau tidak hanya Allah yang tahu. Haha. Selama dokumen lengkap, kondisi keuangan mencukupi dan tidak ada masalah dengan pengajuan visa sebelumnya (baik Inggris maupun negara lain) Insyaallah disetujui.

Itulah pengalaman saya. Pengalaman saya mungkin berbeda dengan orang lain karena Tuhan ciptakan kita berbeda-beda. Apeuu…

So, buat yang punya rencana ke Inggris jangan khawatir lagi soal visa tapi khawatirlah dengan jodoh yang tak kunjung tiba.

Ciaooo……

Musim Semi di Benua Biru (Part 2)

Setelah pada Part 1 saya menceritakan pengalaman perjalanan saya di Amsterdam, Bruges dan Paris kali ini saya akan menceritakan pengalaman perjalanan di Swiss dan Italia.

Interlaken

Setelah Paris tujuan kami selanjutnya adalah Interlaken, Swiss. Dari Paris kami menggunakan bus malam yang sudah dibeli secara online via goeuro.com. Bus yang kami gunakan hanya sampai Bern, dari sana dilanjutkan menggunakan kereta ke Interlaken. Seperti yang sudah saya bayangkan sebelumnya, pemandangan sepanjang perjalanan membuat saya berdecak kagum. Hamparan padang rumput hijau dengan latar pegunungan Alpine yang masih diselimuti salju membuat saya enggan memejamkan mata meskipun sebenarnya saya lelah. Mendekati Interlaken pemandangan yang tadinya hijau perlahan berubah menjadi putih oleh salju. Ya, meskipun saat itu sudah memasuki musim semi tetapi disini sesekali masih turun salju.

img_0666

Interlaken sendiri merupakan kota kecil diantara danau Thun dan Brienz. Kedua danau tersebut dihubungkan oleh sungai Aare yang mengalir di tengah kota. Interlaken merupakan salah satu pintu masuk ke beberapa puncak pegunungan Alpine seperti Eiger, Monch dan Jungfrau. Tidak seperti kota-kota sebelumnya suasanya disini relatif sepi dan tidak terlalu banyak wisatawan. Meskipun kota kecil, transportasi disini sangat modern dan nyaman. Selain kereta, kita juga bisa menggunakan bus untuk berkeliling kota dengan gratis. Selama disana, ada satu hal yang menjadi perhatian saya yaitu penduduk lokal yang saya temui mayoritas orang tua, tidak terlalu banyak anak muda yang bisa dijumpai disana.

DSCF7413
Pusat kota dengan latar pegunungan yang masih diselimuti salju
DSCF7410
Banyak sekali pot bunga yang ditanami tulip
dscf7555-1
Suasana kota Interlaken

Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Interlaken. Para wisatawan umumnya hanya singgah sebelum melanjutkan perjalanan mendaki ke puncak Alpine. Untuk menuju kesana kita bisa menggunakan kereta dari pusat kota. Selama disana kita akan melihat keindahan alam Swiss seperti yang ada di film-film. Hamparan hijau padang rumput, rumah-rumah penduduk khas Swiss dan gerombolan sapi menjadi tontonan utama selama perjalanan. Semakin keatas, pemandangan berubah menjadi putih karena  hampir seluruh wilayahnya ditutupi salju.

dscf7467-1
What a wonderful world
dscf7482-1
Wengen

img_0665

Florence & Pisa

Setelah Interlaken tujuan kami selanjutnya adalah Florence, Italia. Untuk menuju kesana kami menggunakan TRENITALIA yang kami pesan sebelumnya via goeuro. Karena tidak ada kereta yang langsung ke Florence, kami terpaksa harus ke Milan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bus. Ada pengalaman tidak mengenakan yang saya alami sebelum menuju ke Italia. Pada saat akan berganti kereta di salah satu stasiun di Swiss, tas saya yang berisi kamera dan lensanya tertinggal di kereta yang kami naiki dari Interlaken. Singkat cerita karena saya tidak mungkin menyusul kereta itu akhirnya saya hanya melaporkan kejadian tersebut ke petugas yang ada di stasiun dengan harapan tas saya masih bisa ditemukan dan dikirim ke Indonesia. Alhamdulillah, sekitar 2 jam kemudian saya diinformasikan bahwa tas saya masih ada dan akan dikirim ke Indonesia. Setelah menunggu beberapa minggu akhirnya tas saya kembali meskipun saya harus membayar biaya pengiriman dan bea masuk dengan total hampir 3 juta. Hiks

Florence merupakan Ibu Kota Tuscan yang berada di Italia tengah dan merupakan kota kelahiran kebudayaan Renaisans. Tak ayal kota tersebut dipenuhi oleh bangunan-bangunan dengan gaya Renaisans. UNESCO menetapkan kota ini sebagai situs warisan dunia pada tahun 1982. Tak jauh beda dengan Bruges, daya tarik kota ini adalah bangunan-bangunan tua penuh sejarah dengan gaya arsitektur yang sangat Eropa sekali. Tak hanya sebagai pusat kebudayaan Renaisans, Florence juga merupakan kota kelahiran brand fashion ternama, Gucci. Beberapa tempat yang menjadi daya tarik kota ini adalah Piazza del Duomo, Pallazo Vecchio, Piazza Repubblica, Ponte Vecchio, Katedral Santa Maria del Fiore, Baptistery dan Piazzale Michelangelo. Bagi yang suka berbelanja disini banyak sekali butik-butik dari brand ternama seperti Gucci, Versace, Chanel atau Salvatore Ferragamo. Untuk menikmati tempat wisata tersebut kita cukup berjalan kaki karena letaknya yang berdekatan. Menjelang malam kita bisa bersantai di cafe yang banyak terdapat disana sambil menikmati secangkir cappucino dan tentu saja pizza khas Italia.

IMG_4298
Menikmati sunset dan kota Florence dari Piazzale Michelangelo

IMG_4323

Dari Florence kami sempat pergi ke Pisa dengan menggunakan kereta. Karena keterbatasan waktu kami hanya PP. Tujuan utama pergi kesana tentu saja untuk melihat Leaning Tower of Pisa alias menara miring Pisa.

IMG_4231

IMG_4191

IMG_4232

Roma

Kota terakhir yang kami kunjungi adalah Roma. Karena Roma merupakan kota tua sehingga mayoritas tempat wisata yang kami kunjungi merupakan bangunan atau situs bersejarah. Untuk lebih memudahkan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain kami memilih menggunakan bus hop on hop off. Beberapa tempat yang kami kunjungi adalah Colosseum, Roman Forum, Spanish Step, Trevi Fountain dan Pantheon. Bagi yang ingin berbelanja, banyak sekali butik-butik yang menjual produk fashion di dekat Spanish Step.

IMG_4352
Colesseum

Tak komplit rasanya ke Italia tanpa berkunjung ke Vatikan. Salah satu negara terkecil di dunia yang berada di tengah kota Roma ini memang selalu dipadati oleh pengunjung, baik pejiarah maupun wisatawan biasa seperti kami. Jika data pada hari akhir pekan siap-siap saja untuk antri panjang sebelum memasuki St Peter’s Basilica.

IMG_4426
St Peter’s Basilica
IMG_4485
Garda Swiss

Musim Semi di Benua Biru (Part 1)

Benua Biru atau Eropa merupakan salah satu destinasi incaran para traveler. Benua yang terdiri lebih dari 50 negara ini mungkin ada dalam wishlist hampir semua traveler terutama mereka yang berasal dari luar benua tersebut, termasuk saya. Keindahan alam, budaya, arsitektur, tata kota yang modern dan teratur merupakan salah satu daya tarik untuk mengunjungi benua ini. Menurut data PBB, secara geografis Eropa dibagi menjadi 4 wilayah yaitu Barat (Austria, Perancis, Jerman, Belanda, Swiss, dll), Timur (Polandia, Rumania, Ukraina, Rusia, dll), Utara (Inggris, Denmark, Islandia, Finlandia, dll) dan Selatan (Yunani, Italia, Portugal, Spanyol, dll). Negara-negara di Eropa Barat dan Utara sepertinya merupakan tujuan utama para traveler Indonesia, terutama bagi mereka yang baru pertama kali kesana. Hal ini mungkin terjadi karena di negara-negara tersebut terdapat icon-icon terkenal seperti menara Eiffel di Perancis, Colosseum dan menara Pisa di Italia atau Big Ben dan Buckingham Palace di Inggris.

Sebagian besar negara di Benua Eropa masuk kedalam wilayah subtropis sehingga mempunyai 4 musim, yaitu semi, panas, gugur dan dingin. Musim semi dimulai sekitar bulan Maret – Mei, musim panas sekitar Juni – Agustus, musim gugur sekitar September – November dan musim dingin sekitar Desember – Februari. Setiap musim menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler yang datang.

Kali ini saya akan sedikit bercerita dan berbagi pengalaman kunjungan saya ke beberapa negara Eropa pada tahun 2017. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa Eropa merupakan salah satu wishlist saya sejak lama. Singkat cerita setelah tabungan cukup akhirnya saya pergi ke beberapa negara Eropa pada bulan April 2017. Tujuan utama saya adalah untuk menikmati musim semi dan berkunjung ke beberapa icon terkenal di beberapa negara. Setelah diskusi yang cukup alot dengan partner traveling saya, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke 7 kota di 5 negara yaitu Amsterdam (Belanda), Bruges (Belgia), Paris (Perancis), Interlaken (Swiss), Florence dan Roma (Italia). Untuk perjalanan yang hanya 12 hari (termasuk PP dari/ke Jakarta) itinerary tersebut memang terlihat sangat ambisius, apalagi kami tidak menggunakan jasa biro perjalanan. Pada saat itu kami hanya berpikir belum tentu bisa kesana lagi jadi sekalian saja berkunjung ke banyak tempat. Hehe

Amsterdam

Tujuan pertama kami adalah Amsterdam, Belanda. Tujuan utamanya adalah city tour di Amsterdam dan berkunjung ke Keukenhof yang merupakan salah satu taman bunga terbesar di dunia. Awalnya kami ingin mengunjungi beberapa tempat di luar Amsterdam, seperti Volendam, Giethoorn, dan Kinderdijk, tetapi karena keterbatasan waktu akhirnya hanya Amsterdam dan Keukenhof yang bisa kami kunjungi.

IMG_3138

IMG_3133
Suasana sekitar apartemen tempat kami menginap

Belanda terkenal dengan keindahan kanalnya, sehingga hal wajib ketika berkunjung kesana adalah menyusuri kanal dengan perahu atau berjalan kaki. Di Amsterdam sendiri banyak sekali kanal yang bisa dikunjungi. Selain itu kita bisa berkunjung ke beberapa museum terkenal seperti Rijksmuseum, Van Gogh Museum dll, atau sekedar bersantai di taman Vondelpark. Amsterdam sendiri tidak begitu besar tetapi mempunyai sistem transportasi yang sangat bagus sehingga memudahkan para traveler untuk berkeliling kota. Pilihan transportasinya terdiri dari bus, trem, metro atau kereta. Sama seperti di negara maju lainnya, untuk menggunakan transportasi umum kita harus menggunakan smart card yang disebut OV Chipkaart.

IMG_3153

DSCF7180
Salah satu kanal yang bisa dijumpai di Amsterdam

DSCF7115

IMG_3195
Menikmati keindahan taman Vondelpark

IMG_3151

IMG_3206
Salah satu spot wajib untuk foto

Tempat kedua yang kami kujungi adalah Keukenhof yang terletak di kota Lisse. Dari Amsterdam kami menggunakan bus yang langsung mengantarkan para turis ke Keukenhof. Waktu terbaik untuk mengunjungi Keukenhof adalah pada musim semi sekitar bulan April sampai awal Mei karena pada saat tersebut seluruh bunga yang ada disana sedang mekar. Maka jangan heran jika tempat tersebut disesaki para turis dari berbagai negara. Selama disana kita bisa menikmati keindahan jutaan bunga yang ditata sangat apik dan dikelompokan berdasarkan jenis dan warna bunga. Bunga yang paling menarik tentu saja tulip yang menjadi ciri khas Belanda.

IMG_3258
Bunga tulip

Bruges

Kota kedua yang kami kunjungi adalah Bruges di Belgia. Kami menggunakan kereta Thalys dari Amsterdam ke Antwerpen kemudian dilanjutkan menggunakan Belgian Rail menuju ke Bruges. Hampir sama seperti Amsterdam, kota tua Bruges dikelilingi oleh kanal-kanal yang bisa dinikmati para turis menggunakan perahu. Karena terletak di bagian utara Eropa, terkadang Bruges dijuluki Venice of The North atau Venice dari Utara. Tujuan kami kesini adalah untuk menikmati keindahan kota tua Bruges yang dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Cara terbaik untuk menikmati keindahan kota ini adalah dengan bersepeda atau berjalan kaki. Karena ini merupakan kawasan kota tua maka tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu lalang sehingga sangat nyaman untuk berjalan kaki atau bersepeda.

IMG_3311
Perjalanan meunju Bruges

Selama disana kami berkeliling kota dengan berjalan kaki menikmati keindahan bangunan-bangunan khas eropa yang meskipun sudah tua tapi masih terawat dan terlihat kokoh, berjalan dipinggir kanal, dan mengunjungi beberapa gereja salah satunya adalah The Church of Our Lady yang menyimpan salah satu karya Michelangelo, patung Madona and Child. Selain tempat-tempat tersebut, hal yang tidak boleh dilupakan selama berada di Bruges adalah menikmati coklat panas khas Belgia di cafe-cafe yang banyak terdapat disana. Selain itu kita bisa membeli oleh-oleh coklat khas Belgia dengan berbagai macam rasa dan bentuk dengan harga yang cukup murah di bandingkan kota lain di Eropa. Bagi para penggemar fotografi atau arsitektur, banyak sekali spot menarik yang bisa dijadikan objek foto.

IMG_3678
Salah satu tempat untuk bersantai sambil menikmati Bruges

Paris

Kota ke-3 yang kami kunjungi adalah Paris. Sama seperti sebelumnya, untuk menuju ke ibukota Perancis ini kami menggunakan kereta. Tujuan kami kesini tentu saja untuk melihat objek wisata yang menjadi icon kota Paris, seperti menara Eiffel, Arc de Triomphe, katedral Notre Dame dan museum Louvre. Untuk menikmati kota Paris dan objek wisata tersebut kami memilih menggunakan bus hop on hop off karena lebih praktis dan lebih murah dibandingkan menggunakan taxi. Selain tempat tersebut kami juga berkunjung ke Place de la Concorde, jembatan Pont des Arts atau jembatan gembok cinta dan sungai Seine. Bagi yang ingin belanja wajib berkunjung ke Champ Elysee atau Galeries Lafayette. Sedangkan jika ingin mencoba menjadi seorang Parisian, maka cara terbaik adalah dengan makan atau sekedar minum teh/kopi di cafe atau restauran yang banyak dijumpai di Paris.

IMG_3929
Paris Je T’aime
IMG_3825
Wonderful Indonesia

Dibalik keindahan kotanya ternyata Paris menyimpan cerita kelam. Tidak seperti Amsterdam atau Bruges yang serba teratur dan aman, transportasi umum disana tidak terlalu bagus (setidaknya itu yang kami rasakan) dan kriminalitasnya sangat tinggi. Di beberapa tempat banyak sekali dijumpai para imigran atau gelandangan dengan perangai yang mencurigakan. Jadi sebaiknya hindari berjalan di tempat sepi. Kami sendiri mengalami hal yang tidak mengenakan karena salah satu koper teman saya dicuri pada saat akan masuk ke stasiun metro. Selain itu saya sempat dipaksa memberikan “sumbangan” oleh beberapa perempuan di sekitar Arc de Triomphe.

Note : seluruh foto merupakan koleksi pribadi

Melihat Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting

Libur tlah tiba…libur tlah tiba…horey. Liburan akhir tahun ini saya memutuskan untuk ke Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Taman Nasional yang terletak di Kab Kotawaringin Barat ini merupakan salah satu tempat konservasi orangutan yang ada di Indonesia. Disini kita bisa melihat orangutan di habitatnya langsung. Konservasi disini didanai langsung oleh Orangutan Foundation International (OFI).

Cukup mudah untuk bisa sampai di Tanjung Puting. Jika ingin praktis cukup mengikuti open trip (OT) yang banyak ditawarkan di dunia maya. Banyak pilihan paket yang ditawarkan dari yang biasa saja sampai yang mewah. Tinggal dipilih sesuai budget.

Karena saya ikut OT maka meeting point dengan guide dilakukan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Ada 2 maskapai yang melayani penerbangan Jakarta-Pangkalan Bun yaitu NAM Air dan Trigana Air. Sebaiknya jadwal pesawat disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal. Dari bandara kami langsung diantar ke dermaga Kumai. Disana kapal yang akan membawa kami selama trip sudah siap. Selama trip kami menginap di kapal kayu, mirip di Komodo hanya saja ini di sungai.

IMG_0166
Selamat datang di TN Tanjung Puting
2017-12-25-PHOTO-00000092
Peserta open trip

Hari Pertama

Dari dermaga Kumai kami langsung menuju ke Camp Tanjung Harapan. Waktu yang ditempuh sekitar 1,5 – 2 jam. Selama perjalanan mengarungi sungai Sekonyer, di kanan-kiri sungai dipenuhi oleh pohon nipah dan pandan. Sesampainya di dermaga Tanjung Harapan kami harus treking kedalam hutan sekitar 20 menit. Karena musim hujan otomatis medannya cukup menantang karena licin dan banyak genangan. Ditambah lagi banyak sekali ditemui semut api yang jika menggigit akan sangat menyakitkan. Saya sendiri sempat digigit 2 kali dan rasanya campur aduk antara sakit, panas dan gatal. Tapi untungnya hanya sekitar 5-10 menit saja.

IMG_0194
Sepanjang aliran sungai dipenuhi oleh pohon nipah dan pandan
IMG_0200
Trek menuju camp Tanjung Harapan
IMG_0211
Selfie dulu. Hehe

Selama disana kita bisa melihat atraksi pemberian makan orangutan oleh ranger. Makanannya tidak diberikan secara langsung tetapi diletakan di tempat seperti panggung kecil. Makanan yang diberikan biasanya pisang, jagung, mangga, ubi dan singkong. Setelah dipanggil oleh ranger, para orangutan akan turun dari pohon dan langsung memakan makanan yang sudah disediakan. Acara pemberian makan ini berlangsung sekitar 2 jam mulai dari jam 3 – 5 sore.

Setelah puas melihat tingkah lucu para orangutan, kapal membawa kami menyusuri sungai. Tak berapa lama kapal kami berhenti karena ada segerombolan bekantan yang sedang mencari makan diatas pohon. Tingkah lakunya yang lucu menjadi tontonan para turis yang datang.

Kami bermalam diatas kapal yang bersandar di dermaga Tanjung Harapan. Tidak seperti makan sebelumnya yang diatas kapal, makan malam kali ini disajikan di dermaga. Kami makan dibawah langit Borneo yang dipenuhi bintang meskipun sebelumnya sempat gelap tertutup awan.

2017-12-26-PHOTO-00000193
Makan diatas kapal

Hari Kedua

Di hari kedua kami mengunjungi 2 camp yaitu camp Pondok Tanggui dan camp Leakey. Sama seperti sebelumnya, di camp ini pun kami akan menyaksikan atraksi pemberian makan orangutan. Trek menuju camp Pondok Tanggui lebih mudah dibandingkan dengan Tanjung Harapan dan orangutan yang datangpun lebih banyak. Pemberian makan dimulai pukul 9 pagi. Tingkah laku orangutan yang lucu membuat para turis takjub dan kadang membuat kami tertawa.

Setelah puas di Pondok Tanggui kami langsung menujun ke camp Leakey. Orangutan disini lebih banyak dibandingkan 2 camp sebelumnya. Selain itu mereka lebih ‘berbaur’ dengan pengunjung. Jangan heran jika di dermaga pun kita bisa melihat mereka lebih dekat. Beberapa dari mereka ada yang jahil dengan menarik barang-barang pengunjung atau masuk ke kapal untuk mengambil makanan. Jika tidak dicegah maka bisa dipastikan seisi kapal bisa hancur berantakan. Trek disini yang paling jauh dan paling sulit. Sayangnya karena hujan lebat kami memutuskan untuk kembali ke kapal.

IMG_0298
Antrian kapal di dermaga camp Leakey
IMG_0328
Suasana sore hari di sungai Sekonyer

DSCF2364

Dari camp Leakey kami kembali menyusuri sungai mencari tempat bersandar. Di sepanjang perjalanan banyak sekali dijumpai gerombolan bekantan dan monyet yang berada di atas pohon. Setelah perjalanan sekitar 2-3 jam akhirnya kami menemukan tempat bersandar di dekat pohon nipah. Kami semua takjub karena tempat tersebut dipenuhi oleh kunang-kunang yang membuat pohon nipah menjadi seperti pohon natal yang dipenuhi lampu.

IMG_0318
Sunrise di sungai Sekonyer

Hari Ketiga

Tidak banyak yang dilakukan pada hari ketiga. Pagi-pagi kami bersiap untuk kembali ke Kumai. Sesampainya di Kumai kita bisa langsung ke bandara atau bisa ke tempat souvenir untuk membeli oleh-oleh.

2017-12-25-PHOTO-00000114
Sayonara Tanjung Puting

 

Takabonerate, Mutiara dari Timur

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman perjalanan saya pada tahun 2016  saat mengunjungi salah satu kepulauan cantik di perairan Sulawesi Selatan, Kepulauan Takabonerate. Saya pergi dengan 6 orang teman pada bulan Agustus 2016. Kali ini kami ikut private trip yang kami arrange sendiri. So, langsung aja ya…

Takabonerate terletak di bagian utara laut Flores atau sebelah selatan Pulau Sulawesi, kalau di peta letaknya antara Sulawesi dan Flores / Nusa Tenggara. Pulau ini mempunyai atol terluas ke-3 di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa dan telah dinobatkan sebagai Taman Nasional. Secara administratif pulau ini termasuk kedalam wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Letaknya yang cukup jauh dan terpencil membuatnya belum begitu ramai didatangi wisatawan. Jika dari Jakarta ada 2 alternatif menuju kesana. Pertama, melalui jalan darat via Bira dilanjutkan dengan menggunakan kapal ke Selayar dan Takabonerate dengan rute lengkap Jakarta – Makasar – Bira – Selayar – Takabonerate. Kedua, rute udara via Selayar dilanjutkan dengan menggunakan kapal ke Takabonerate dengan rute lengkap Jakarta – Makasar – Selayar – Takabonerate. Jika ingin lebih nyaman dan cepat bisa dipilih alternatif kedua, tetapi jika ingin lebih hemat dan memiliki waktu yang cukup panjang silakan pilih alternatif pertama. Jika menggunakan alternatif pertama, perjalanannya memang sedikit melelahkan tetapi jika waktu kita lebih banyak sebenarnya menjadi nilai tambah karena kita bisa mampir ke objek wisata lain salah satunya Tanjung Bira dan Apparalang.

Kami sendiri memilih rute kombinasi, pergi dengan alternatif pertama sedangkan pulangnya dengan alternatif kedua sehingga rute lengkapnya menjadi Jakarta – Makasar – Bira – Selayar – Takabonerate – Selayar – Makasar – Jakarta. Sekitar jam 10 malam kami pergi dari Makasar ke Bira menggunakan mobil omprengan yang ada di sekitar terminal dengan waktu tempuh sekitar 6 – 8 jam. Bisa juga menggunakan bus tetapi waktu tempuhnya lebih lama. Karena malam jadi selama perjalanan tidak banyak yang bisa dilihat. Kami sampai di pelabuhan Bira sekitar jam 8 pagi dan langsung membeli tiket kapal Pelni menuju ke Selayar. Perjalanan dari Bira ke Selayar ditempuh sekitar 2 – 3 jam tergantung kondisi laut. Kami sendiri sampai di Selayar sekitar jam 12. Dikarenakan kapal yang akan membawa kami dari Selayar menuju Takabonerate belum datang, kami terpaksa menunggu terlebih dahulu di salah satu Dive Center yang ada di Selayar. Yup, kami memang berencana untuk diving di beberapa dive site yang ada disana.

IMG_3251
Pemandangan di Pelabuhan Bira
IMG_3003
Kapal yang membawa kami ke Selayar

Menjelang magrib kapal yang akan membawa kami akhirnya datang juga. Kami benar-benar berangkat sekitar jam 7 malam dari dermaga kecil yang ada di Selayar. Kapal yang digunakan bukan speed boat melainkan kapal kayu, jadi selama perjalanan suaranya cukup bising oleh suara mesin. Karena tidak banyak yang bisa dilihat, perjalanannya cukup membosankan. Kami hanya bisa melihat bulan dan bintang – bintang yang ada di langit. Sebenarnya perjalanan malam hari lebih nyaman karena tidak tersengat panasnya sinar matahari apalagi waktu tempuhnya lebih dari 5 jam. Sepanjang perjalanan kami gunakan untuk istirahat sambil sesekali berbincang dengan awak kapal. Lewat tengah malam akhirnya kami sampai di pulau Rajuni, salah satu pulau yang berpenghuni, dan langsung dibawa ke salah satu rumah warga. Selama disana kami menginap di rumah warga karena belum ada penginapan. Sisa malam itu kami gunakan untuk istirahat karena besok paginya kami sudah memulai petualangan.

Saya tidak akan menceritakan secara detail perjalanan saya selama disana, pertama karena terlalu panjang dan kedua karena saya lupa detailnya. Haha. Selama beberapa hari disana kami hopping island ke beberapa pulau diantaranya Tinabo, Tarupa dan Latondu. Tak lupa kami juga singgah di salah satu gusung yang ada disana. Pada saat itu satu-satunya penginapan yang ada hanya di pulau Tinabo yang memang khusus untuk wisata. Wisatawan yang tidak menginap masih boleh berkunjung kesana. Daya tarik utama pulau ini adalah kita bisa bermain-main dengan baby shark di sekitar pantainya. Selain itu kita juga bisa menikmati sunset sambil canoeing.

Salah satu tujuan kami kesini adalah untuk menikmati alam bawah lautnya dengan menyelam di beberapa dive site. Karena keterbatasan waktu kami hanya menyelam di 3 titik penyelaman dan yang paling membuat kami kagum adalah pada saat melakukan wall diving atau menyelam di lereng atau ngarai laut. Ini adalah pengalaman pertama saya melakukan wall diving. Rasanya campur aduk antara takut karena yang terlihat dibawah kaki hanya kegelapan dan takjub melihat begitu indah hewan maupun tumbuhan yang ada disana. Selama penyelaman kami melakukan sesi foto (ala-ala Nadine & Marischka Prue. Hehe) pengibaran bendera merah putih. Saking asiknya tanpa sadar kami telah melewati batas kedalaman bagi penyelam pemula seperti kami, kami menyelam lebih dari 30 meter. Bagi yang tidak bisa menyelam tetap dapat menikmati keindahan bawah laut Takabonerate dengan snorkling.

DSCN0399
Foto diantara karang-karang cantik
DSCN0315
Selfie time
DSCN0268
Wefie time
DSCN0261
Berkibarlah benderaku

Salah satu aktivitas hopping island yang kami lakukan adalah mengunjungi salah satu gusung / pasir timbul yang ada disana. Gusung yang kami kunjungi tidak terlalu luas tetapi sangat instagramable, dengan hamparan pasir putih yang begitu halus dan degradasi warna laut dari hijau menjadi biru yang begitu indah. Gusung ini pun menjadi tempat persinggahan ratusan burung (entah apa namanya) selama mereka mencari makan.

IMG_3240
Kawanan burung di salah satu gusung

Kami sempat berkunjung ke salah satu pulau berpenghuni untuk solat Jumat. Setelah itu dilanjutkan dengan menikmati kelapa muda disalah satu sudut pulau yang dipenuhi oleh pohon kelapa.

IMG_3444
Panas-panas enaknya minum air kelapa muda
IMG_3180
Chilling time
DSCF2195
Salah satu spot foto yang kami jumpai

Selama beberapa hari disana, kami sempat berbincang dengan warga setempat dan kami sempat menyaksikan aktivitas warga menghantarkan calon jemaah haji. Seperti penduduk Indonesia pada umumnya, penduduk disini sangat ramah dan cukup terbuka terhadap wisatawan. Sebagai informasi bahwa disana listrik hanya ada pada malam hari jadi usahakan semua alat elektronik di-charge pada malam hari.

IMG_3255
Calon jemaah haji dihantarkan oleh warga

Butuh waktu lama untuk bisa mengunjungi seluruh pulau dan dive site yang ada. Karena keterbatasan waktu kami harus kembali ke rutinitas sehari-hari di Jakarta. Kami pulang dengan rute yang berbeda dari saat kami kesana. Agar tidak terlalu lelah kami memilih jalur udara dari Selayar menuju Makasar. Penerbangan Selayar – Makasar dan sebaliknya tidak setiap hari sehingga pastikan itinerary kalian sesuai dengan jadwal penerbangan jika ingin menggunakan pesawat.

Itu lah pengalaman saya selama mengunjungi Takabonerate. See you on the next trip

Bali, Never Ending Story

When you dream a beautiful place, make sure it’s Bali

-Someone’s quote-

Siapa yang tak kenal Bali? Pulau exotis yang pernah dinobatkan menjadi pulau terbaik di dunia ini masih menjadi magnet wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Sampai saat ini Bali masih merupakan tujuan terfavorit wisatawan di Indonesia. Meningkatnya aktivitas Gunung Agung sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap kunjungan dan aktivitas wisatawan terutama wisatawan lokal.

Keindahan Bali tidak hanya sebatas pada pantainya saja tetapi banyak tempat dan atraksi menarik lainnya yang bisa dinikmati selama kita berada di Bali, mulai dari menikmati indahnya sunrise dari puncak gunung, berpetualang di hamparan hijau sawah, berendam air panas di pinggir danau sampai mengagumi keindahan tarian Bali yang mendunia. Aktivitas tersebut bisa menjadi pilihan jika kita mulai bosan dengan panasnya pantai. Kali ini saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya beberapa tahun lalu menikmati indahnya alam Bali selain pantai dengan berkendara menggunakan mobil sewaan dan mengandalkan GPS.

Menikmati Udara Sejuk Ubud

Pilihan kedua saya jika ke Bali selain pantai adalah menikmati udara sejuk dan indahnya alam Ubud. Selain memiliki banyak pantai indah, Bali juga memiliki dataran tinggi yang tak kalah indah, salah satunya Ubud. Terletak sekitar 36 km dari bandara, Ubud termasuk dalam wilayah Kab Gianyar dan dapat diakses sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Jika ingin lebih nyaman dan santai, kita bisa menggunakan mobil atau motor sewaan. Tetapi jika ingin lebih hemat kita bisa menggunakan kendaraan umum.

Tidak seperti pantai Kuta atau Legian yang penuh dengan wisatawan baik muda maupun tua, selama saya di Ubud mayoritas pengunjungnya adalah turis mancanegara, itupun lebih banyak keluarga atau pasangan. Sepertinya Ubud menjadi pilihan bagi mereka yang ingin “mengasingkan diri” dari hiruk pikuk perkotaan.

Meskipun terkenal karena udara sejuknya, Ubud menawarkan banyak tempat dan atraksi menarik terutama yang terkait dengan seni dan budaya Bali. Ada beberapa galeri, museum atau tempat pertunjukan tari yang bisa dikunjungi salahsatunya museum Antonio Blanco. Disini kita bisa melihat karya-karya sang maestro lukis Indonesia yang jatuh cinta dengan keindahan alam dan budaya Bali. Ada puluhan atau mungkin ratusan karya sang pelukis berdarah Spanyol tersebut yang dipamerkan disana.

FullSizeRender
Let’s take a selfie
IMG_5422
Potret Sang Maestro

Selain museum kita juga bisa melihat pertunjukan tari yang biasanya digelar sore atau malam hari salah satunya di Puri Saren. Berbagai macam tarian khas Bali dibawakan oleh penari-penari yang lincah dan ayu diiringi musik gamelan Bali. Kursi-kursi penonton umumnya penuh oleh wisatawan mancanegara yang sangat terpukau dengan kerlingan mata dan lenggak lenggok sang penari. Setelah tarian selesai penonton bisa berfoto bersama dengan para penari.

Jika tidak terlalu tertarik dengan seni, kita bisa mengunjungi Monkey Forest. Sesuai namanya disini kita bisa melihat dan bercengkrama dengan ratusan monyet yang berkeliaran bebas. Tingkah laku monyet yang lucu dan menggemaskan pasti akan membuat penat kita hilang. Tetapi kita harus hati-hati karena terkadang mereka jahil dan suka mengambil barang-barang pengunjung terutama makanan, kacamata dan perhiasan. Monkey Forest bisa dinikmati sambil berjalan kaki pada jalur yang telah tersedia dan tertata cukup apik. Banyak spot-spot yang bisa dijadikan latar untuk selfie.

IMG_5405
Salah satu jembatan di Monkey Forest yang sering jadi objek foto
IMG_5396
Anak & Ibu
IMG_5389
Kalau berani bisa saja kita foto bersentuhan langsung dengan monyetnya, kebetulan saya tidak berani. Hehe

Selain tempat diatas, masih banyak tempat wisata lainnya yang bisa dikunjungi atau aktivitas yang bisa dilakukan seperti Goa Gajah, bukit Campuhan, rafting di sungai Ayung, mengikuti kursus memasak, bersepeda di persawahan, dll.

Untuk pilihan menginap menurut saya yang paling pas adalah menyewa villa terutama jika kita pergi besama teman atau keluarga. Jika ingin menginap di hotel berbintang, banyak sekali pilihan hotel berbintang 5 salah satunya Four Seasons Resort At Sayan yang merupakan tempat menginap Obama pada saat berlibur di Bali.

Tegalalang Rice Terrace

Masih di kawasan Ubud, objek wisata ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan tempat lain. Disini kita bisa melihat hamparan sawah yang berundak-undak dan merupakan salah satu contoh sistem irigasi tradisional khas Bali yang disebut Subak. Subak sendiri telah dinobatkan oleh UNESCO sebagai world heritage site.

Hal yang bisa kita lakukan disini, selain foto-foto tentunya, adalah berjalan kaki menyusuri pematang sawah yang berundak seperti tangga. Siapkan saja tenaga dan alas kaki yang nyaman, sebaiknya memakai sepatu olahraga atau sandal. Perjalanannya cukup melelahkan memang tapi sepadan dengan keindahan yang bisa kita nikmati dari puncak undakan sawah. Tempat ini bisa dikunjungi kapan saja tetapi menurut saya waktu terbaik adalah pada saat padi menguning karena akan lebih Instagramable.

Setelah lelah naik turun area pesawahan, kita bisa beristirahat di tempat makan yang berada disekitar Tegalalang sambil melihat keindahannya dari jauh.

DCIM100GOPROGOPR0618.
Me & my friend. Kesini enaknya ramean
IMG_5618
Usahakan bawa action camera kalau kesini

Desa Adat Panglipuran

Objek wisata yang berada di Kabupaten Bangli ini pernah dinobatkan sebagai desa terbaik di dunia. Desa ini terkenal karena masih memegang teguh budaya tradisional Bali dan sangat menjaga kebersihan lingkungannya. Siapapun yang berkunjung kesini pasti akan jatuh hati dengan keindahan, kebersihan dan keramahan warganya.

Rumah-rumah disini mempunyai pagar khas Bali, seperti pintu masuk pura. Disetiap halaman rumah tentu saja ada pohon kamboja yang merupakan tanaman khas masyarakat Bali. Areanya tidak terlalu luas memang tetapi cukup untuk membuat kita berdecak kagum.

IMG_5620
Selfie everywhere. Hehe

Pemandian Air Panas di Danau Batur

Semakin ke utara kita bisa menikmati dinginnya udara dan indahnya alam Kintamani yang berbukit-bukit. Sepanjang perjalanan dari Ubud ke Kintamani kita bisa melihat bentang alam yang begitu indah dan tidak ada salahnya berhenti sebentar untuk sekedar selfie. Perjalanan ke Kintamani seperti kita pergi ke Puncak atau Lembang, di kanan-kiri jalan terdapat barisan hutan pinus dan perkebunan warga yang ditanami sayuran maupun buah-buahan.

Sebelum menuju ke pemandian air panas, kita bisa mengunjungi beberapa pura yang ada di sekitar Kintamani salah satu Pura Ulun Danu Batur.  Meskipun hampir di setiap sudut kota ada pura tetapi menurut saya setiap pura mempunyai daya tarik tersendiri. Jika sedang beruntung kita bisa melihat prosesi sembahyang atau upacara adat lainnya. Untuk yang hobi fotografi, pura-pura di Bali merupakan objek foto yang tidak boleh dilewatkan.

IMG_5621
Salah satu objek foto yang ada di Pura Ulun Danu Batur
DCIM100GOPROGOPR0303.
Beruntung kalau di pura sedang ada upacara, suasananya jadi meriah seperti ini
Sesekali foto dengan angle yang tidak biasa

Setelah cukup berkeliling di Kintamani kita bisa mengunjungi pemandian air panas yang berada di pinggir danau Batur. Pemandian ini mempunyai sumber air panas alami yang kaya akan belerang. Sambil berendam kita bisa menikmati indahnya danau Batur yang merupakan danau alami yang berada di kaki Gunung Batur. Masih sekitar danau Batur, kita bisa berkunjung ke desa Trunyan. Salah satu ciri khas dari desa ini adalah proses pemakaman jenazah yang tidak dibakar (ngaben) atau dikubur tetapi dibiarkan membusuk di alam terbuka. Saya sendiri belum pernah kesana tetapi menurut informasi bahwa tidak ada bau busuk dari jenazah tersebut. Masyarakat percaya bahwa hal tersebut disebabkan adanya pohon besar yang ada ditempat pemakaman yang disebut Taru Menyan.

IMG_5619
Di salah satu sudut jalan menuju pemandian air panas
IMG_5623
Sesekali foto ala-la boleh lah ya…
DCIM100GOPROG0140353.
Kolam renangnya berada persis dipinggi danau

Pura Ulun Danu Bratan

Dijuluki pulau Dewata maka tak aneh jika kita menemukan begitu banyak pura di Bali. Salah satu pura yang bisa dikunjungi adalah Pura Ulun Danu Bratan. Letak pura ini persis berada di pinggir danau Bratan, Bedugul. Jika melihat pura ini pasti yang terlintas pertama kali adalah uang pecahan 50 ribu. Karena berada di dataran tinggi, udara di sekitar pura begitu sejuk. Di sekitar pura terdapat taman yang dipenuhi berbagai macam bunga yang tentu saja instagramable.

IMG_4886
Wefie time
Salah satu icon Bali

Tirta Empul

Tirta Empul merupakan pura dan tempat pemandian yang berada di daerah Tampak Siring, lokasinya sangat dekat dengan Istana Tampak Siring. Sebelum memasuki area ini, para pengunjung khususnya wisatawan diwajibkan memakai kain khas Bali yang telah disediakan pengelola. Selain tempat sembahyang, umat Hindu dan wisatawan biasa melakukan ritual penyucian diri dengan mandi di kolam yang berada di area pura. Tempat ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, baik warga setempat maupun wisatawan.

IMG_5570
Salah satu umat Hindu yang membawa sesajan untuk sembahyang
Warga Hindu & wisatawan berbaur di Tirta Empul